Versi Anak Buah Prabowo, Kritik Lahir untuk Memperbaiki, Bukan Menghancurkan

2 hours ago 1

Versi Anak Buah Prabowo, Kritik Lahir untuk Memperbaiki, Bukan Menghancurkan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Azis Subekti, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra. Foto: dok PG

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra Azis Subekti kebebasan berbicara menjadi hak penting dalam demokrasi, tetapi harus digunakan dengan tanggung jawab.

Azis menyebut persoalan besar demokrasi modern ialah makin terbukanya ruang berbicara yang tidak selalu diikuti peningkatan kualitas percakapan publik.

"Makin luas kebebasan berbicara, makin sulit menemukan percakapan yang sungguh-sungguh mencari kebenaran. Ini ironi demokrasi modern,” kata Azis melalui keterangan persnya, Senin (22/6).

Dia mengatakan kritik terhadap pemerintah tentu sah dan diperlukan. Demonstrasi, pengawasan media, suara akademisi, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat sipil menjadi bagian penting dari demokrasi.

Namun, dia mengingatkan gejala lain di sosial, yakni kritik berubah menjadi kemarahan yang jelas tak berorientasi ke perbaikan.

"Ya, yang menjadi masalah itu ketika kritik kehilangan niat memperbaiki dan hanya menyisakan keinginan menghancurkan,” ujarnya.

Azis menuturkan kritik lahir dari niat memperbaiki keadaan. Sebaliknya, kebencian hanya membutuhkan pelampiasan.

"Kritik bertanya apa yang harus diperbaiki. Kebencian bertanya siapa yang harus dihancurkan," kata legislator Dapil VI Jawa Tengah (Jateng) itu.

Anggota DPR RI Azis Subekti mengajak masyarakat menjadikan nilai agama sebagai dasar etika menyampaikan aspirasi di ruang publik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|