jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia pada 2026, termasuk 24.000 unit di Jawa Tengah.
Sehubungan dengan target itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melakukan peninjauan program BPBL di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Jumat (19/6) lalu.
Bersamaan dengan penyalaan simbolis listrik bagi salah satu penerima manfaat BPBL, Bahlil menekankan akses listrik merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia.
Dia menyatakan pemerintah terus berupaya mempercepat pemerataan energi agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses informasi dengan mudah dan cepat.
"Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan," kata Bahlil, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (22/6).
Selain BPBL, Bahlil juga meninjau realisasi Program Listrik Desa, untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
Tercatat, sepanjang 2025 Program BPBL telah terealisasi bagi 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia, dengan 19.161 di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.
Dia menjelaskan lokasi 3T yang belum dapat listrik tersebut jauh dengan akses gardu induk, yang artinya tidak masuk dalam jangkauan PLN.

2 hours ago
1






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)








