jpnn.com, JAKARTA - Petani sayuran di sejumlah sentra produksi bersiap menjaga pasokan pangan segar selama Ramadan hingga hari Raya Idulfitri.
Didin Silahudin, petani sayur asal Cianjur, Jawa Barat mengatakan persiapan panen jelang Ramadan bukanlah hal baru.
Pola konsumsi masyarakat relatif bisa diprediksi, terutama untuk komoditas tertentu seperti cabai, terong dan timun.
“Kami dari jauh-jauh hari sudah membuat pola tanam, di mana panen direncakan untuk di bulan puasa. Umumnya untuk hari-hari besar seperti lebaran biasanya permintaan lebih tinggi,” ujar petani yang telah puluhan tahun sukses menanam cabai dan beragam jenis sayuran itu.
Hal yang sama disampaikan oleh Yustam, petani dari Pati, Jawa Tengah. Menurutnya petani di daerahnya telah memahami pola permintaan selama puasa dan menjelang lebaran.
Dia menegaskan curah hujan yang sangat tinggi selain memicu pertumbuhan penyakit tanaman juga membatasi jam kerja petani di lahan.
“Kami berharap Pemerintah bisa menjaga agar harga jual hasil panen dapat stabil. Demikian juga dengan ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk dan benih serta teknologi pertanian seperti alat mesin pertanian supaya kami lebih efektif dan efisien dalam produksi,” harapnya.
Sementara, Corporate Secretary PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Faisal Reza menyampaikan peran industri perbenihan tidak hanya pada penyediaan benih, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani melalui pendampingan.

2 hours ago
2




















































