Surabaya Banjir meski Sudah Musim Kemarau, Begini Penjelasannya

4 hours ago 2

Surabaya Banjir meski Sudah Musim Kemarau, Begini Penjelasannya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Surabaya banjir. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - SURABAYA – Sejumlah lokasi di Surabaya banjir pada hari ini Senin 22 Juni 2026, meski Kota Pahlawan sudah masuk musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisa banjir di sejumlah wilayah Kota Surabaya hari ini yang dipicu kombinasi hujan sedang hingga lebat, hambatan aliran ke laut, serta kiriman dari wilayah hulu.

Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto mengatakan hasil koordinasi dengan BMKG Kelas I Juanda dan BMKG Maritim Tanjung Perak menunjukkan hujan di Surabaya dipicu pola angin konvergensi yang memperlambat pergerakan angin dan mengangkat massa udara lembap ke atmosfer sehingga memicu pembentukan awan hujan.

"Kondisi atmosfer yang labil dan lembap dari lapisan bawah hingga menengah mendukung pertumbuhan awan cumulonimbus yang signifikan sehingga menghasilkan hujan sedang hingga lebat di wilayah Surabaya," kata Irvan di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Irvan menjelaskan, meskipun Surabaya saat ini telah memasuki musim kemarau, hujan lebat masih berpotensi terjadi akibat faktor lokal.

Menurut dia, genangan hingga banjir yang terjadi pada Senin (22/6) pagi juga tidak semata-mata disebabkan pasang laut yang ekstrem, melainkan merupakan kombinasi hujan sedang hingga lebat, backwater effect atau hambatan pembuangan air ke laut saat periode pasang, serta kemungkinan adanya debit kiriman dari hulu sungai maupun saluran.

Faktor tersebut, lanjutnya, membuat aliran air menuju laut melambat sehingga memperbesar potensi genangan di sejumlah titik di Kota Surabaya.

Irvan menambahkan prakiraan pasang surut di Pelabuhan Tanjung Perak menunjukkan adanya peningkatan bertahap muka air laut pada periode 26-30 Juni 2026 dari sekitar 1 meter hingga mencapai sekitar 1,4 meter pada 30 Juni.

Surabaya banjir meski saat ini telah memasuki musim kemarau, hujan lebat masih berpotensi terjadi akibat faktor lokal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|