jpnn.com, JAKARTA - Pengamat energi yang juga Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak menilai penutupan SPBU yang diduga menyalahgunakan BBM subsidi di Jember, Jawa Timur, merupakan langkah tepat.
Hal itu untuk menjaga integritas distribusi energi nasional.
Menurut Ali, Tindakan tegas menunjukkan negara tidak mentoleransi praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat kecil.
“Kasus ini menegaskan kebocoran subsidi masih menjadi persoalan serius di level distribusi. Penindakan harus konsisten, bukan hanya bersifat reaktif, tetapi juga diikuti pembenahan sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan,” kata Ali dalam keterangan yang dikutip JPNN, Kamis (19/3).
Ali pun mengapresiasi secara positif langkah hukum yang dilakukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama DPR RI dan aparat hukum yang telah menyegel SPBU di Jember.
“Itu hal yang bagus,” ujarnya.
Ali mengatakan pelanggaran SPBU 'nakal' sesungguhnya bukanlah hal baru.
Dia mengatakan dari sekitar tiga belas ribu SPBU yang ada di Indonesia,tidak semuanya dikelola langsung oleh Pertamina Patra Niaga.

3 hours ago
1








.jpeg)












































