jpnn.com, JAKARTA - Bank Indonesia kembali buka suara perihal merosotnya nilai tukar rupiah yang per hari ini hampir menyentuh angka Rp17.900 per dolar AS, Jumat (29/5).
Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang Indonesia berada di level Rp 17.864 per dolar AS.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah.
Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valuta asing secara musiman di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.
"(Kebutuhan) antara lain untuk pembayaran ULN dan repatriasi dividen," ungkap Ramdan dalam keterangan tertulis.
Ramdan menekankan Bank Indonesia konsisten menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui pengoptimalan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.
Selain itu, intervensi melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.
"Sebagaimana disampaikan Bapak Gubernur Bank Indonesia pada kesempatan sebelumnya," tuturnya.

3 weeks ago
24






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)







