jpnn.com - Tidak hanya saya yang tidak bisa kumpul keluarga di hari raya Idulfitri besok. Pun para masinis kereta, pilot, perawat, tentara, para satpam, polisi....
Kami masih bisa bersyukur: masih bisa hidup tenang. Bayangkan yang di Iran. Yang tiap hari digempur bom oleh Israel dan Amerika Serikat. Atau yang di Lebanon selatan: dihujani peluru Israel tiada henti. Tidak ada nuzulul Quran. Tidak ada lailatul qodar. Siang malam dihujani bom jarak jauh.
Bahkan, bisa jadi, di hari raya Idulfitri besok, di sana, serangan diperdahsyat lagi.
Pasukan khusus marinir Amerika Serikat sudah dalam perjalanan ke Iran. Dari pangkalan militer Amerika di Okinawa.
Laporan media independen di Amerika menyatakan mereka sudah melewati Singapura --maksudnya: melewati Selat Malaka.
Itu sudah dua hari. Berarti besok sudah bisa tiba di Iran. Mereka adalah pasukan khusus yang amat terlatih. Mereka bisa bergerak tanpa komando. Bisa melakukan aksi sendirian maupun dalam grup kecil.
Pasukan itu amat terlatih. Termasuk berlatih di gurun pasir di California. Mereka bisa bertahan tanpa logistik.
Jumlah mereka 2.500 orang. Diangkut dengan kapal amphibi Tripoli. Saya bayangkan mereka akan ditugaskan seperti Rambo dalam film-film Amerika. Yang satu orang bisa mengalahkan 100 lawan bersenjata. Yang kalau tersudut bisa meloncati pagar berduri atau lautan api.

2 hours ago
1
.jpeg)




















































