jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus memimpin langsung Upacara Hari Lahir Pancasila di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (1/6).
Dalam amanatnya, Wamen Akhmad Wiyagus menyatakan bahwa Pancasila harus dihidupkan dalam kerja nyata birokrasi.
“Pancasila bukan hanya ideologi, tetapi pedoman moral dan arah kebijakan. Setiap pelayanan publik, harus mencerminkan nilai keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Dengan begitu, negara hadir melindungi setiap warga tanpa terkecuali,” ujar Wiyagus.
Usai mengikuti upacara, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan sejumlah poin penting tentang kaitan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi momentum bagi Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk meneguhkan komitmen bahwa pelayanan administrasi kependudukan adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Melalui prinsip “Satu NIK, Satu Identitas untuk Satu Bangsa”, Dukcapil memastikan setiap warga negara memperoleh hak dasar berupa dokumen kependudukan sebagai pintu masuk ke berbagai layanan publik.
Menurut Dirjen Dukcapil, pelayanan administrasi kependudukan adalah bagian dari upaya memperkuat persatuan bangsa.
Melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal, Dukcapil bukan hanya menyatukan seluruh warga dalam satu data kependudukan, tetapi juga meneguhkan fondasi keadilan dan kesetaraan yang menjadi syarat terciptanya perdamaian.

2 weeks ago
6






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)








