jpnn.com - JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta Polri mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Dia menegaskan hal itu harus dilakukan supaya korban maupun keluarganya bisa mendapatkan keadilan.
“Saya meminta kepolisian harus usut tuntas supaya sampai mendapatkan rasa keadilan bagi mereka dan keluarga korban,” kata Pigai di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Selain itu, Pigai memastikan bahwa Andrie Yunus akan mendapatkan pendampingan dari Kementerian HAM.
“Kalau untuk pendampingan, pengawasan, sudah pasti kami jalankan,” ungkapnya.
Pigai pun akan berkoordinasi dan mencari tahu tempat Andrie dirawat agar bisa menjenguk.
“Harus dong (dijenguk), kenapa tidak boleh, tetapi, saya cek dahulu alamatnya, ya, dipastikan di mana,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta Pusat, Kamis (12/3) malam.

5 hours ago
3





















































