jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani berharap penetapan komisaris di BUMN bisa mengedepankan sisi profesionalitas dan kompetensi.
Puan menyapaikan harapannya itu untuk menjawab pertanyaan media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6).
"Tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya,” kata Puan.
Adapun pertanyaan awak media mengenai penunjukkan Ginka Febriyanti Ginting sebagai komisaris PT Pertamina Retail (Pertare) anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor ritel energi.
Kehebohan di media sosial pun menyeruak karena Ginka tercatat masih berusia 28 pada 2026 dan pernah mengucurkan uang demi demonstrasi bayaran.
Warganet juga mempersoalkan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi Ginka yang kurang beririsan dengan bidang kerjanya di Pertare.
Ginka disebut meraih gelar sarjana akuntansi dari Universitas Esa Unggul pada 2019. Selanjutnya, dia memperoleh gelar magister manajemen dari kampus yang sama pada 2023.
Sorotan netizen makin tajam ke Ginka karena dara kelahiran 1 Februari 1998 itu merupakan koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison) sebelum menjabat Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare).

6 hours ago
1









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5152772/original/003607900_1741280110-20250306223034_083A9600.jpg)











