jpnn.com, JAKARTA - Bareskrim Polri menerjunkan tim taktis ke Kalimantan Tengah untuk memburu jaringan narkotika pelaku penyerangan polisi, sekaligus mempercepat pencarian dua anggota Polres Katingan yang masih hilang pasca-penggerebekan.
Keputusan intervensi penuh ini diambil menyusul gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di wilayah hukum Polres Katingan, Kalimantan Tengah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan bahwa selain seorang personel gugur, terdapat dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang belum ditemukan dalam operasi tersebut.
Ia pun memastikan akan memberikan dukungan dalam mencari kedua personel yang hilang.
“Kami akan melakukan back u??????p penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” ucapnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Eko menegaskan setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
"Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika,” ucapnya.
Ia turut menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudhi saat bertugas memberantas peredaran narkotika.

5 hours ago
3









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5152772/original/003607900_1741280110-20250306223034_083A9600.jpg)











