jpnn.com - Bayangkan sebuah potongan video pendek yang viral di media sosial. Seorang pria berketsa batik bermotif Papua duduk di mimbar seminar.
Suaranya lantang namun bergetar. Ia tidak sedang berkhotbah tentang surga atau neraka.
Dia sedang membongkar sebuah narasi besar yang selama puluhan tahun membungkam harga diri bangsanya.
"Tangan kosong? Tidak pernah!" serunya. Di akhir Mei 2022, di sebuah ruangan di Jayapura, Romo John Bunai, Pr melakukan sebuah "decluttering" sejarah.
Dia mengajak kita membuang semua narasi yang mengatakan bahwa orang Papua datang belakangan dalam pesta peradaban dunia.
Dengan berani, ia menunjuk pada kisah yang paling sakral sekalipun—tentang tiga orang Majus dari Timur yang membawa emas, kemenyan, dan mur untuk Yesus.
"Emas itu," katanya, "pasti berasal dari tanah kami."
Pernyataan itu, meski bukan klaim sejarah yang kaku, adalah sebuah lompatan imajinatif yang mencoba menambatkan identitas Orang Asli Papua (OAP) ke dalam jantung kisah keselamatan umat Kristen.

3 hours ago
1





















































