jpnn.com - Nandang (60 tahun) hanya bisa meratapi kios warung miliknya hangus dibakar massa saat kerusuhan oleh kelompok perusuh di simpang Balubur Town Square (Baltos), Jalan Cikapayang - Tamansari, Kota Bandung.
Dia yang sehari-hari bekerja serabutan, menggantungkan biaya hidupnya dengan berjualan kopi dan rokok di warung kecil berukuran 1,8 meter x 2,5 meter itu.
Petugas pemadam saat memadamkan api yang membakar pos polisi di simpang Jalan Cikapayang - Tamansari, Kota Bandung, Jumat (1/5/2026) malam. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com
Nandang mengatakan, saat kejadian dirinya sudah tutup warung sekitar pukul 17.00 WIB, saat massa mulai anarkistis merusak fasilitas umum. Tak mau ambil risiko, Nandang lantas pulang ke rumah, dengan kondisi warung yang sudah dikuncinya.
"Saya biasanya tutup itu jam 6 sore, tapi kemarin jam 5 sore juga sudah tutup, soalnya sudah mulai ramai, walaupun belum ada tanda-tanda pembakaran gitu. Cuma udah pas itu mau bakar di jalan gitu, ah udah aja langsung tutup, langsung pergi," kata Nandang saat ditemui di kios warungnya, Sabtu (2/5/2026).
Sekitar pukul 21.00 WIB, Nandang kembali ke warungnya dengan maksud melihat situasi. Sebab semula ia mengira, ramai-ramai di sekitar Jalan Cikapayang itu, dikarenakan ada kegiatan hiburan.
Namun, betapa terkejutnya Nandang saat melihat kondisi warungnya yang sudah tinggal puing-puing. Tak ada yang tersisa sama sekali.
"Saya kurang tahu dibakarnya jam berapa, tapi pas saya ke sini jam 9 (malam) sudah hancur," ungkapnya.

5 hours ago
3



















































