Ledakan Diduga Bom Ikan Tewaskan Nelayan di Pandeglang, Polisi Langsung Bergerak

3 hours ago 2

Ledakan Diduga Bom Ikan Tewaskan Nelayan di Pandeglang, Polisi Langsung Bergerak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kondisi rumah warga di sekitar lokasi ledakan yang diduga dari bom ikan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. ANTARA/HO-Polda Banten

jpnn.com, SERANG - Ledakan yang diduga berasal dari bom ikan menewaskan seorang nelayan berinisial MA (48) di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selain menewaskan nelayan, ledakan diduga bom ikan yang terjadi pada Rabu (26/8), sekitar pukul 13.30 WIB, itu juga mengakibatkan istri MA mengalami luka berat.

Saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Banten tengah menyelidiki peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom ikan tersebut.

"Tim Gegana Satbrimob Polda Banten masih melakukan sterilisasi untuk selanjutnya dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim INAFIS Ditreskrimum Polda Banten," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, melalui keterangannya di Serang, Kamis (26/8).

Menurut dia, langkah sterilisasi dan olah TKP tersebut dilakukan oleh petugas kepolisian guna mengumpulkan barang bukti terkait ledakan. Berdasarkan data sementara dari kepolisian, ledakan berpusat di rumah milik korban MA.

Selain menelan korban jiwa, guncangan akibat ledakan juga mengakibatkan dua rumah warga di sekitar lokasi itu mengalami kerusakan.

Polda Banten turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut. Saat ini, korban IY yang mengalami luka berat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Panimbang, Pandeglang.

Maruli secara khusus mengimbau masyarakat, terutama para nelayan, agar berhenti meracik atau menggunakan bahan peledak dengan alasan apa pun, termasuk menangkap ikan.

Ledakan diduga berasal dari bom ikan menewaskan seorang nelayan di Pandeglang, Banten. Polisi tengah menyelidiki kasus ini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|