jpnn.com, BITUNG - Upaya kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut), Bea Cukai, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan direct call Bitung-Tiongkok mulai menunjukkan hasil.
Untuk pertama kalinya, pengiriman arang tempurung kelapa hasil produksi UMKM Sulawesi Utara dilakukan secara langsung menggunakan peti kemas internasional dan kapal internasional milik SITC Lines dengan skema direct call dari Pelabuhan Bitung menuju ke Tiongkok.
Pada pengiriman perdana tersebut, produk yang dikirim sebanyak 25 ton dan diangkut menggunakan kontainer berukuran 40 feet.
Produk arang tempurung kelapa dikemas menggunakan karung berstandar Dangerous Goods (DG) guna memenuhi persyaratan pengiriman internasional yang ditetapkan negara tujuan.
Pengiriman ini menjadi bagian dari pengapalan Direct Call SITC ke-4 yang berangkat dari Pelabuhan Bitung menuju Tiongkok.
Pada pengapalan Direct Call SITC ke-4 yang dilaksanakan pada 22 Juni 2026, tercatat muatan ekspor sebanyak 114 kontainer yang berasal dari 16 perusahaan eksportir di Sulawesi Utara.
Komoditas yang diangkut meliputi produk turunan kelapa, arang tempurung kelapa, kopi, produk perikanan, rempah-rempah, dan berbagai komoditas unggulan lainnya.
Capaian tersebut menunjukkan layanan direct call semakin dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai sarana untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat posisi Bitung sebagai gerbang ekspor kawasan timur Indonesia.

5 hours ago
3



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)