jpnn.com, JAKARTA - Kelompok Cipayung Plus terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia (KMHDI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyampaikan sikap kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja Menpora Erick Thohir dalam semangat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah berpandangan evaluasi tersebut bertujuan untuk memastikan arah pembangunan kepemudaan berjalan selaras dengan cita-cita besar bangsa.
“Bukan sekadar agenda seremonial dan program jangka pendek yang minim dampak struktural bagi pemuda Indonesia,” ujar Jundi saat diskusi bersama rekan sesama aktivis Kelompok Cipayung Plus di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, Ketua Umum PP PP Hikmahbudhi Candra Aditya mengatakan Kelompok Cipayung Plus menilai berbagai persoalan kepemudaan saat ini menunjukkan belum optimalnya kepemimpinan dan arah kebijakan di tingkat kementerian.
Dia menyebut pengangguran pemuda masih mencapai 13,9 persen sesuai data BPS pada Agustus 2024.
Selain itu, ruang partisipasi publik makin menyempit serta pendidikan karakter yang kritis dan progresif belum menjadi prioritas utama kebijakan nasional.
Dia menyebut hal tersebut juga tercermin dalam Indeks Pembangunan Pemuda Indonesia (IPPI) 2023 yang dirilis oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan skor nasional hanya 0,652—peringkat 72 dunia.
Lebih lanjut, Candra Aditya menyebutkan dimensi partisipasi sosial-ekonomi (0,58) dan perlindungan anak muda (0,61) menjadi titik terlemah.

8 hours ago
4





















































