jpnn.com - PEKANBARU - Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang sempat mengaitkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dengan rendahnya realisasi pendapatan daerah terus menuai perhatian.
Setelah mendapat klarifikasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kini tanggapan juga datang dari anggota DPR RI.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Muhammad Rohid meminta Pemerintah Provinsi Riau tidak keliru dalam menilai dampak program MBG terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut justru menjadi penggerak roda perekonomian masyarakat.
“Faktanya, MBG ini adalah program yang menggerakkan ekonomi di daerah. Karena melibatkan petani, nelayan, peternak, hingga pedagang di desa maupun di pasar. Mereka semua dapat bekerja dan menjual bahan pokok kebutuhan dapur MBG,” ujar Rohid, Kamis (25/6).
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Kampar itu menegaskan bahwa anggaran MBG bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan APBD.
Karena itu, menurutnya tidak tepat jika program tersebut dianggap menjadi penyebab berkurangnya PAD daerah.
“Jadi dari mana minusnya? Anggaran MBG dari APBN, bukan dari APBD. Seharusnya pemerintah daerah ikut senang, mendukung penuh, serta mengawal program MBG ini sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

1 day ago
11




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518312/original/099191500_1772505014-persebaya.jpg)

