Transformasi Danantara: Membangun Tata Kelola Investasi Negara untuk Perkuat Daya Saing Nasional

3 hours ago 1

Oleh: Arief Poyuono, Komisaris Pelindo

 Membangun Tata Kelola Investasi Negara untuk Perkuat Daya Saing Nasional

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komisaris PT Pelindo (Persero) Arief Poyuono. Foto: koleksi pribadi

jpnn.com - Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menandai babak baru dalam pengelolaan kekayaan negara Indonesia. Di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin besar dan target Indonesia Emas 2045, keberadaan sovereign wealth fund (SWF) nasional dipandang sebagai instrumen strategis untuk mengoptimalkan aset negara, memperkuat investasi jangka panjang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Indonesia memiliki modal dasar yang kuat berupa bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, dan kapasitas industri yang terus berkembang. Namun demikian, potensi tersebut tidak secara otomatis menghasilkan kemajuan ekonomi apabila tidak didukung oleh tata kelola investasi yang efektif, kelembagaan yang kuat, serta sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Dalam konteks tersebut, Danantara tidak hanya diposisikan sebagai pengelola investasi negara, melainkan juga sebagai instrumen pembangunan nasional yang menentukan arah transformasi ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

Danantara sebagai Instrumen Pembangunan Nasional

Gagasan pembentukan Danantara patut diapresiasi sebagai upaya negara dalam membangun dana kekayaan negara yang mampu mengonsolidasikan aset-aset strategis BUMN ke dalam suatu sistem investasi yang terintegrasi. Konsolidasi tersebut diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang lebih besar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing nasional.

Dalam perspektif ekonomi pembangunan, keberadaan Danantara dapat menjadi penggerak pertumbuhan melalui investasi produktif pada sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, energi, pangan, teknologi digital, dan hilirisasi industri. Investasi yang terarah dan berorientasi jangka panjang berpotensi menghasilkan multiplier effect yang luas terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, serta penguatan kapasitas ekonomi nasional.

Stefanus Ade Hadiwidjaja menekankan bahwa investasi Danantara harus diarahkan pada proyek-proyek strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

Sementara itu, Sahala Situmorang menilai transformasi BUMN menjadi syarat penting agar aset negara tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menandai babak baru dalam pengelolaan kekayaan negara Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|