jpnn.com - Banyak orang memandang Nusa Tenggara Timur sebagai daerah yang keras.
Curah hujan pendek, musim kemarau panjang, tanah berbatu, dan keterbatasan sumber daya sering kali dijadikan alasan mengapa daerah ini sulit maju. Saya justru melihatnya secara berbeda.
Apa yang dianggap sebagai keterbatasan sesungguhnya adalah anugerah yang belum sepenuhnya kita pahami.
Ketika saya memimpin Kabupaten Sabu Raijua pada periode 2011-2016 dan 2016–2021, saya belajar satu hal penting, bahwa alam tidak pernah salah menciptakan sebuah daerah.
Yang sering kali keliru adalah cara manusia membaca dan mengelolanya.
Bertahun-tahun masyarakat Sabu telah mengenal garam. Mereka memproduksinya secara tradisional dengan peralatan sederhana. Tetapi, potensi itu belum mampu menghadirkan kesejahteraan yang memadai.
Padahal, di hadapan kami terbentang laut yang luas dan matahari yang bersinar hampir sepanjang tahun.
Banyak orang melihat panas sebagai kutukan. Saya melihatnya sebagai energi.

5 hours ago
1





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)











