Rupiah Kian Merosot Seiring Meningkatnya Ekspektasi Pada The Fed

5 hours ago 3

Rupiah Kian Merosot Seiring Meningkatnya Ekspektasi Pada The Fed

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.967 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 17.952 per USD.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah makin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed, membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru 13 bulan,” ungkap Lukman, di Jakarta, Kamis (25/6).

Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 70 persen pada bulan September, dan kenaikan lainnya pada bulan Desember.

Investor juga tengah mengantisipasi data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang diperkirakan naik dari 0,3 persen ke 0,4 persen.

“Tidak ada data ekonomi dari domestik, dari domestik sentimen beragam, walau dana asing masuk SBN (Surat Berharga Negara), namun umumnya dari dana asing yang keluar dari ekuitas,” kata Lukman.

Menurut dia, pelemahan rupiah selama beberapa hari terakhir disebabkan lonjakan indeks USD walaupun Bank Indonesia (BI) telah berupaya menjaga kurs rupiah agar tak melemah.

“Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp 17.900 per USD hingga Rp18 ribu per USD,” ucap Lukman.(antara/jpnn)

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|