Peneliti Formappi: Publik Sulit Percaya Kejaksaan Setelah Polri Ungkap Febrie Terlibat Korupsi

5 days ago 17

 Publik Sulit Percaya Kejaksaan Setelah Polri Ungkap Febrie Terlibat Korupsi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Senior Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (FORMAPPI) Lucius Karus menyoroti terkait kasus korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

Lucius menyampaikan hal ini dalam kegiatan public review berjudul ”Melacak Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Kasus Eks Jampidsus: Urgensi Pengungkapan Aliran Uang Kejahatan dan Aktor Intelektual” di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Lucius, sejak terseretnya eks Jampidus oleh penyidik kepolisian maka publik sulit percaya terhadap institusi kejaksaan.

"Mengapa? Karena Febrie ini adalah mantan elite kejaksaan, jampidus, namun ia terlibat dalam praktik yang tidak mencerminkan nilai-nilai Korps Adhyaksa," ujar Lucius.

Menurut Lucius, publik terus mengawal dan menunggu sejauh mana kemudian kejaksaan mengungkap, membongkar, dan menunut Febrie Adriansyah.

Namun, publik juga sebetulnya tidak terlalu percaya kejaksaan dalam menangani kasus ini, karena penyidik-penyidik khususnya di Pidsus adalah mantan atau bekas anak buahnya Febrie.

Berdasarkan catatan Formappi, jelas Lucius, agenda pemberantasan korupsi di Indonesia pada dasarnya mengalami peringkat buruk.

Hal ini disebabkan oleh ada pembiaran secara sistemik. Misalnya, beberapa tahun terakhir DPR membahas sejumlah Undang-Undang yang sesungguhnya syarat kepentingan tertentu, tidak jelas, dan tidak terlalu penting untuk publik.

Peneliti Formappi Lucius Karus menyoroti terkait kasus korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|