jpnn.com, JAKARTA - Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga menjadi Level II Waspada mulai Senin malam.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan penurunan status ini ditetapkan setelah dilakukan analisis dan evaluasi secara menyeluruh terhadap penurunan aktivitas vulkanik serta data deformasi yang menunjukkan gejala deflasi.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan sebelumnya tingkat aktivitas gunungapi aktif tipe A tersebut sempat dinaikkan menjadi Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 akibat peningkatan kegempaan dan deformasi. Selama periode tersebut, Gunung Anak Krakatau mencatatkan sebanyak 224 kali erupsi hingga 3 September 2026.
Namun, pasca-kejadian tersebut dan tujuh kali erupsi strombolian, aktivitas vulkanik tercatat cenderung menurun hingga 20 September 2026.
"Gunung api tersebut juga sempat mengalami erupsi menerus selama 25 jam pada 4 hingga 6 September 2026 yang menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat, hingga barat daya," kata Lana dalam laporannya di Jakarta, Senin.
Seiring dengan penurunan tingkat aktivitas ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas kawah guna mengantisipasi ancaman bahaya lontaran batu pijar serta hujan abu lebat.
Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang serta tidak memercayai isu-isu menyesatkan mengenai erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami.
"Tetap beraktivitas seperti biasa sembari tetap senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," katanya. (ant/jpnn)

2 hours ago
1





















































