jpnn.com, JAKARTA - Batam tidak menolak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi memilih untuk tidak bergantung pada anggaran dari pusat.
Pilihan tersebut disampaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.
Pada kesempatan itu, BP Batam menyampaikan rencana anggaran tahun 2027 sekitar Rp 2,4 triliun tanpa tambahan APBN.
“Batam tidak menolak APBN. Batam memilih untuk tidak bergantung pada APBN. Kalau pembangunan Batam dapat dibiayai dari kemampuan sendiri, mengapa harus mengambil ruang anggaran yang lebih dibutuhkan masyarakat di daerah lain?” kata Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra .
Menurut li Claudia Chandra , kemandirian Batam bukan hanya berarti mampu membangun dengan kekuatan sendiri.
Lebih dari itu, Batam ingin berdiri dengan kaki sendiri dan tidak menambah beban fiskal negara.
“Kemandirian Batam bukan sekadar Batam bisa membangun sendiri. Kemandirian berarti Batam mampu berdiri dengan kaki sendiri, membiayai pembangunannya melalui pendapatan yang dihasilkan, dan memberi ruang bagi APBN untuk menjangkau kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak,” ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan untuk tidak mengandalkan tambahan APBN merupakan bentuk tanggung jawab Batam dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.

5 days ago
414




















































