jpnn.com - BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka siap menjadi alternatif pendaratan dan penerbangan pesawat seusai penutupan delapan bandara akibat abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.
Dedi pun telah meminta para staf Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melayani penumpang di Bandara Kertajati, termasuk memberikan kebutuhan dasar, terutama bagi bayi dan orang tua.
"Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati," kata Dedi dikutip dari akun pribadinya di Instagram, Senin (7/9).
Dia pun berharap operasional pesawat di Bandara Kertajati bisa berjalan aman dan nyaman.
Bandara Kertajati ditetapkan sebagai bandara alternatif oleh Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara akibat abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.
Adapun, Bandara Kertajati dinyatakan tidak terdampak abu vulkanis setelah dilakukan paper test di bandara tersebut.
Sementara itu, delapan bandara yang ditutup imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.
Dalam informasi yang diunggah di akun media sosial @injourneyairports, Bandara Husein Sastranegara ditutup sejak kemarin sore hingga malam hari ini pukul 18.00 WIB.

2 hours ago
3





















































