jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan menyampaikan komitmennya sebagai Banteng Pro Pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang digelar di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5). Acara bertajuk Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari tersebut dihadiri ribuan massa buruh. Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Jaminan Sosial sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, membacakan Manifesto Politik Partai untuk kaum buruh Indonesia.
Charles Honoris menekankan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali narasi pembebasan bagi rakyat yang tertindas. Dalam manifesto tersebut, PDI Perjuangan memperluas cakupan Kaum Marhaen dalam perspektif kekinian.
Charles mengatakan, dalam pandangan PDI Perjuangan, kaum Marhaen saat ini tidak hanya petani, nelayan, dan buruh pabrik. Ia mencakup buruh informal, masyarakat adat, pelaku UMKM, hingga pekerja digital yang rentan atau digital worker precariat. Ucap Charles saat membacakan manifesto tersebut.
Charles menjelaskan bahwa dalam melindungi kaum Marhaen, PDI Perjuangan memegang teguh tiga ajaran utama Bung Karno mengenai tugas partai politik. Pertama, partai harus hadir sebagai organisasi yang lahir dan tumbuh bersama denyut nadi rakyat, memahami perjuangan hidup mereka, serta berkomitmen untuk menangis dan tertawa bersama rakyat. Kedua, partai bertindak sebagai sarana perjuangan untuk memastikan rakyat hidup layak, mulia, adil, dan makmur, serta memastikan kebutuhan dasar setiap warga negara terpenuhi. Ketiga, partai berperan sebagai pembawa penerang yang memberikan arah dan pengetahuan konkret dalam perjuangan politik kebangsaan.
Charles menegaskan, partai politik bukan sekadar alat kekuasaan, melainkan suluh perjuangan yang memberikan pengetahuan konkret bagi buruh untuk memperjuangkan hak-haknya secara konstitusional.
Selain memaparkan nilai-nilai ideologis, Charles Honoris juga membacakan 8 poin Manifesto PDI Perjuangan bagi Buruh. Delapan poin tersebut mencakup kebijakan konkret terkait perlindungan jaminan sosial, kepastian upah layak, perlindungan pekerja di sektor digital, hingga penguatan posisi tawar buruh dalam struktur ekonomi nasional. Kami memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir di DPR RI maupun melalui instruksi partai, selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat miskin Indonesia, pungkas Charles.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Adian Napitupulu dan Sri Rahayu, serta Wakil Bendahara Umum PDIP Yuke Yurike. Hadir juga jajaran DPP Partai di antaranya Mercy Christie Barends, Ribka Tjiptaning, Wiryanti Sukamdani, Gusti Ayu Bintang Puspayoga hingga Sadarestuwati. Serta Anggota DPR RI seperti Vita Ervina, Pulung Agustanto dan Putra Nababan. Lalu, Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta sejumlah Anggota DPRD DKI dari fraksi PDIP.
Dalam manifesto yang dibacakan, sejarah mengajarkan bahwa tugas ideologis PDI Perjuangan adalah menjalankan Pancasila sebagai dasar, tujuan, pandangan hidup, serta landasan dalam kebijakan strategis partai untuk mengelola negara demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur. Pancasila mengandung narasi dan spirit pembebasan agar melalui kemerdekaan Indonesia, seluruh rakyat benar-benar terbebas dari berbagai bentuk penjajahan, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan kebudayaan.

3 hours ago
3
















































