jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meminta maaf terkait ide memindahkan gerbong perempuan di KRL Commuter Line.
Permintaan maaf ini dia utarakan pascainsiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu (29/4).
Menteri PPPA menegaskan keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki.
"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," kata Arifah Fauzi.
Dia menambahkan pernyataannya tidak bermaksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
"Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami dalam situasi duka seperti ini, yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak," kata Arifah Fauzi.
Menurut dia, seluruh proses penanganan insiden tersebut telah dilakukan secara cepat, adil, dan menyeluruh.

1 day ago
2




















































