jpnn.com - SEMARANG - Malut United FC mengambil keputusan tak biasa untuk menjamu Persis Solo pada pekan ke-31 Super League, Sabtu (2/5).
Bukan bermain di kandang sendiri, Stadion Kie Raha, Ternate, Malut United malah menggunakan Stadion Jatidiri Semarang sebagai kandangnya.
Keputusan itu bukan tanpa alasan, karena faktor nonteknis menjadi pertimbangan utama, terutama jadwal padat dan keterbatasan akses transportasi udara yang memengaruhi mobilitas tim.
“Kami menghadapi jadwal yang berdekatan antara pertandingan melawan PSBS Biak, Persis Solo, dan PSIM Yogyakarta. Situasi transportasi udara terbatas saat ini menyulitkan mobilitas tim,” ujar COO Malut United Willem D. Nanlohy.
Dalam waktu singkat, Malut United harus berpindah dari satu kota ke kota lain. Setelah menjalani laga di Sleman (vs PSBS), mereka dijadwalkan kembali bertanding dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.
Melihat kondisi tersebut, Semarang dinilai sebagai titik tengah paling ideal. Lokasinya memungkinkan tim menghemat energi sekaligus menjaga kualitas persiapan.
“Melihat situasi tersebut, kami memilih Stadion Jatidiri sebagai solusi terbaik agar tim tetap dapat mempersiapkan diri dengan optimal demi menuai hasil terbaik,” imbuhnya.
Laga pun akan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Meski demikian, manajemen tetap mengajak suporter untuk memberikan dukungan dari jarak jauh.

3 hours ago
2





















.jpeg)





























