jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp 17.405 per USD.
Angka itu bergerak melemah dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.394 per USD.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu eskalasi di Timur Tengah (Timteng) yang semakin memanas
“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Sebuah laporan menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diserang oleh Iran. Layanan pers pemerintah Emirat Fujairah melaporkan kebakaran di salah satu zona minyak setelah serangan drone yang memicu kekhawatiran eskalasi regional, sebagaimana dilaporkan Sputnik.
Namun, sumber militer senior Iran menyatakan pihaknya tidak pernah dan saat ini tidak berencana menyerang UEA.
Di samping itu, AS disebut menenggelamkan beberapa kapal Iran seiring Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.
CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi tersebut dimulai pada Senin (4/5).

3 hours ago
2




















































