jpnn.com, JAWA TENGAH - Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muchlis M. Hanafi mengapresiasi inisiatif Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dalam memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara atau tuli.
Apresiasi tersebut disampaikan Muchlis saat menghadiri eksibisi tartil Al-Qur’an isyarat dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31 Tahun 2026 di Jawa Tengah, Selasa (15/9). Untuk pertama kalinya, cabang tilawah isyarat bagi Muslim tuli dilombakan dalam MTQ Nasional.
Menurut Muchlis, hadirnya cabang tilawah isyarat dalam MTQ Nasional merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tuli.
Dalam proses tersebut, Baznas turut memberikan dukungan melalui program pelatihan bagi pengajar Al-Qur’an isyarat.
Muchlis menjelaskan, sepanjang 2023 hingga 2025, Baznas telah mendukung pelaksanaan Training of Trainers (ToT) dan pengimbasan pengajar Al-Qur’an isyarat di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut melibatkan lebih dari 2.200 peserta.
“Ini sungguh merupakan satu upaya yang sangat luar biasa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam memberikan dukungan bagi layanan keagamaan yang inklusif, terutama bagi teman-teman tuli Muslim,” ujar Muchlis.
Dia menjelaskan, upaya penyediaan akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas tuli telah dimulai Kemenag sejak 2020.
Hingga 2022, Kemenag menyusun Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat serta pedoman membaca dan mempelajari mushaf isyarat dengan melibatkan komunitas tuli Muslim dan akademisi.

1 hour ago
2





















































