jpnn.com - Isu Indonesia menjadi tuan rumah turnamen FIFA ASEAN Cup mencuat dalam beberapa hari terakhir. Turnamen apakah itu?
Sekjen PSSI Yunus Nusi memilih irit bicara menanggapi kabar tersebut. Dari Vancouver, Kanada, lokasi digelarnya Kongres FIFA ke-76, dia hanya melempar sinyal keputusan resmi akan disampaikan langsung oleh Ketua PSSI Erick Thohir.
"Nanti Ketua PSSI yang akan memberikan pernyataan," ujar Yunus Nusi.
Namun, di balik spekulasi itu, ada fakta penting terkait FIFA ASEAN Cup yang disebut-disebut bukan turnamen biasa. Kompetisi ini lahir dari ambisi besar Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengangkat Asia Tenggara ke panggung global.
FIFA ASEAN Cup resmi diperkenalkan dalam KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur pada Oktober 2025. Saat itu, Infantino menandatangani nota kesepahaman bersama Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, disaksikan PM Malaysia Anwar Ibrahim.
Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi aliansi strategis antara FIFA dan ASEAN, yang menyasar lebih dari 700 juta penduduk Asia Tenggara. Tujuannya jelas untuk menjadikan kawasan ini sebagai kekuatan baru sepak bola dunia.
"Kejuaraan ini tidak hanya berdampak di kawasan, tetapi juga akan memberi kesempatan kepada para pemain terbaik ASEAN untuk bersinar di panggung dunia. Melalui FIFA ASEAN Cup, kami menyatukan negara-negara dan memperkuat sepak bola Asia Tenggara," tutur Infantino.
Infantino bahkan menekankan filosofi unik, yaitu angka 11, jumlah pemain dalam satu tim, selaras dengan 11 negara ASEAN. Simbol kebersamaan yang ingin dijual ke panggung global.

4 hours ago
6




















































