Hujan Buatan Jadi Andalan Kemenhut Jaga Lahan Gambut Sumsel dari Ancaman Karhutla

6 hours ago 6

Hujan Buatan Jadi Andalan Kemenhut Jaga Lahan Gambut Sumsel dari Ancaman Karhutla

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumsel. Foto: source for JPNN.com.

jpnn.com, PALEMBANG - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengandalkan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menjaga kelembaban lahan gambut di Sumatra Selatan sebagai upaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau. 

Operasi hujan buatan tersebut dilaksanakan selama 12 hari, mulai 19 hingga 30 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini di tengah meningkatnya potensi kekeringan akibat pengaruh fenomena El Nino. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri mengatakan OMC difokuskan untuk mempertahankan kelembapan lahan sehingga material mudah terbakar tidak cepat mengering. 

"Melalui hujan buatan, kelembapan lahan tetap terjaga. Air yang turun juga dapat mengisi kanal, embung, waduk, hingga kolam retensi sebagai cadangan apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam proses pemadaman kebakaran," kata Thomas, Rabu (22/7/2026). 

Selama dua hari pertama pelaksanaan, tim telah menerbangkan tiga sorti penyemaian awan dengan sasaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin dan Kota Palembang

"Ketiga wilayah tersebut dipilih setelah hasil pemantauan radar cuaca menunjukkan adanya awan potensial yang layak dilakukan penyemaian," ujar Thomas. 

Menurut dia, dari hasil evaluasi awal, hujan terpantau turun di sejumlah lokasi, terutama di wilayah OKI.

Kemenhut melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumsel. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan dan gambut di Sumsel agar tidak terbakar.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|