jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta Din Syamsuddin menyebut Indonesia saat ini terlanjur dipersepsikan sebagai sekutu Amerika Serikat (AS) dan Israel setelah bergabung dengan Board of Peace (BoP).
Diketahui, BoP adalah organisasi bentukan Presiden AS Donald Trump dan diikuti oleh Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.
Menurut Din, Indonesia saat ini tidak bisa ambil posisi sebagai penengah dalam konflik Iran vs AS-Israel menyikapi asosiasi terhadap Washington dan Tel Aviv.
"Indonesia tidak pada posisi untuk mengambil peran penengah, karena kurang memiliki pengaruh politik dan terlanjur dipersepsikan sebagai sekutu Amerika Serikat dan sahabat Israel," kata dia melalui layanan pesan, Rabu (4/3).
Din menuturkan Indonesia wajib menekan AS dan Israel untuk menyetop agresi agar tak terasosiasi dengan kedua negara, lalu bisa menjadi mediator konflik.
"Apa gunanya bergabung dalam BoP bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya," ujar Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam itu.
Din menganggap agresi Israel dan AS ke Iran sebagai serangan terhadap dunia Islam dan menjadi bagian dari penaklukan Palestina.
Sebab, kata dia, Iran selama ini menjadi negara yang konsisten menolak penjajahan dan agresi Israel terhadap Palestina.

6 days ago
6





















































