PDIP Ungkap Manifesto untuk Buruh, Singgung APBN Jadi Instrumen Menyejahterakan Pekerja

4 hours ago 3

PDIP Ungkap Manifesto untuk Buruh, Singgung APBN Jadi Instrumen Menyejahterakan Pekerja

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan menginginkan peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei menjadi momentum menghidupkan semangat pembebasan kaum tertindas. 

Hal demikian tertuang dalam manifesto PDIP yang dibacakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5).

"Peringatan Hari Buruh setiap tanggal 1 Mei menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat dan narasi pembebasan rakyat tertindas," kata dia, Minggu.

Diketahui, Charles hadir di GOR Otista untuk menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 PDIP bertema "Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari".

PDIP dalam manifestonya menekankan pula soal ideologi bangsa, yakni Pancasila sebenarnya memuat spirit pembebasan.

"Pancasila mengandung narasi dan spirit pembebasan agar melalui kemerdekaan Indonesia, seluruh rakyat benar-benar terbebas dari berbagai bentuk penjajahan, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan kebudayaan," demikian Charles membacakan awal manifesto PDIP bagi buruh Indonesia. 

Berikut Manifesto PDI Perjuangan Bagi Buruh Indonesia yang dibacakan Charles:

Sejarah mengajarkan bahwa tugas ideologis PDI Perjuangan adalah menjalankan Pancasila sebagai dasar, tujuan, pandangan hidup (way of life), serta landasan dalam kebijakan strategis Partai untuk mengelola negara demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.

PDI Perjuangan menempatkan buruh sebagai pusat perjuangan keadilan sosial berlandaskan ajaran Bung Karno tentang Marhaenisme.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|