Apresiasi APPMBGI Melihat Dapur MBG di Unhas

2 hours ago 4

Apresiasi APPMBGI Melihat Dapur MBG di Unhas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mendirikan dan mengoperasikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan kampus. Foto: APPMBGI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Abdul Rivai Ras, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam mendirikan dan mengoperasikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan kampus.

Dapur MBG Unhas telah diresmikan pada 28 April 2026 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta didampingi oleh Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa.

Peresmian ini menandai kehadiran dapur MBG pertama di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menjadi tonggak penting keterlibatan kampus dalam mendukung program prioritas nasional.

Kunjungan yang dilakukan Abdul Rivai Ras bersama Anggota Dewan Pakar APPMBGI Sukri Palutturi dan Ketua DPD I Sulawesi Selatan APPMBGI Sri Asri Wulandari Aksa Mahmud ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung bagaimana perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Menurut Abdul Rivai Ras, kehadiran dapur MBG di kampus bukan sekadar fasilitas pelayanan, melainkan representasi dari sebuah pendekatan baru dalam tata kelola program publik berbasis ilmu pengetahuan.

“Ini bukan hanya dapur dalam pengertian operasional. Ini adalah laboratorium hidup. Di sinilah ilmu, riset, inovasi, dan praktik bertemu dalam satu ekosistem yang utuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan Unhas mencerminkan model ideal yang selama ini menjadi tantangan dalam banyak program pembangunan, yakni menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan realitas implementasi di lapangan.

Dalam perspektif tersebut, dapur MBG di Unhas dapat dipahami sebagai bentuk integrasi vertikal antara pusat produksi pengetahuan dengan ruang aplikasinya. Mahasiswa, peneliti, dan praktisi tidak lagi bekerja dalam ruang yang terpisah, tetapi berada dalam satu siklus yang saling menguatkan, mulai dari perumusan konsep, pengujian, hingga implementasi dan evaluasi secara langsung.

APPMBGI apresiasi dapur MBG di Unhas: model ideal integrasi riset dan implementasi program gizi nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|