Catatan dari ASEAN Future Forum 2026, Masa Depan Kerja Sama Partai Politik di Asia Tenggara

5 hours ago 3

Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D Pokja Hubungan Luar Negeri DPP Partai Golkar

Catatan dari ASEAN Future Forum 2026, Masa Depan Kerja Sama Partai Politik di Asia Tenggara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Foto: Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D Pokja Hubungan Luar Negeri DPP Partai Golkar

jpnn.com - Partisipasi dalam Roundtable Discussion “Southeast Asian Political Parties Role in Building the ASEAN Community” di Hanoi pada 8 Juni 2026, yang diselenggarakan oleh Diplomatic Academy of Vietnam dalam kerangka ASEAN Future Forum 2026, menjadi pengalaman berharga.

Untuk pertama kalinya, perwakilan partai politik dari seluruh Asia Tenggara duduk bersama para pakar dan cendekiawan, bertukar gagasan tentang penguatan peran politik dalam pembangunan Komunitas ASEAN.

Inisiatif ini merupakan langkah nyata mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2045 di tengah dinamika regional dan global yang semakin kompleks.

Forum ini menjadi percontohan penting bagi lembaga kajian lintas partai di Asia Tenggara yang direncanakan berlangsung rutin sebagai agenda sideline AFF. Tujuannya untuk memicu pertukaran substantif guna memperkuat komitmen bersama terhadap persatuan, sentralitas, dan solidaritas ASEAN.

Antusiasme tinggi terlihat dari peserta, mulai dari Partai Revolusioner Rakyat Laos, Partai Demokrat dan Pheu Thai (Thailand), Partai Aksi Rakyat Singapura, Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Partai Rakyat Kamboja, CNRT dan Fretilin (Timor Leste), Partai Komunis Vietnam, serta Partai Golkar dan PDI-P dari Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen Manh Cuong, mengemukakan gagasan menarik bahwa kanal komunikasi antar partai politik dapat berfungsi sebagai jalur diplomasi alternatif atau Track Two Diplomacy.

Dalam diplomasi formal antarnegara, protokol dan kebuntuan seringkali menghambat diskusi isu sensitif. Komunikasi antar partai yang lebih cair dan informal diharapkan mampu menjadi jembatan pemecah kebuntuan, membuka peluang bagi ASEAN untuk memiliki saluran dialog yang lebih luwes namun tetap konstruktif.

Pengalaman Singapura menjadi studi kasus terkuat. Dengan sumber daya alam terbatas, negara tersebut bangkit menjadi kekuatan ekonomi ASEAN melalui disiplin ketat dalam good governance, perencanaan jangka panjang matang, dan birokrasi efektif.

Partisipasi dalam Roundtable Discussion “Southeast Asian Political Parties Role in Building the ASEAN Community” di Hanoi pada 8 Juni 2026

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|