jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Penutupan Archworks X Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) berlangsung tak biasa dengan pendekatan yang lebih inklusif dan interaktif.
Tidak sekadar seremoni, hari terakhir diisi beragam aktivitas yang melibatkan langsung mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum mulai dari bazar UMKM, diskusi arsitektur, hingga kegiatan santai seperti memancing dan lomba mewarnai untuk anak-anak.
Sejak pagi, kawasan kampus di Bintaro dipadati pengunjung. Anak-anak mengikuti lomba, mahasiswa berdiskusi, sementara warga menikmati suasana santai di berbagai titik kegiatan.
Interaksi lintas kelompok ini mempertegas semangat Archworks X untuk menghadirkan arsitektur lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Archworks merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur dan PPArs UPJ sebagai wadah eksplorasi, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin dalam bidang arsitektur dan lingkungan binaan. Memasuki edisi ke-10, Archworks X mengusung tema Designing Presence: Space, Memory, and Belonging.
Selama hampir satu bulan sejak 6 April 2026, rangkaian acara digelar mulai dari symposium, workshop, kompetisi desain, hingga pameran karya dan festival interaktif. Pesertanya pun beragam, dari mahasiswa dan akademisi hingga praktisi dan masyarakat umum.
Di hari penutupan, pendekatan dibuat lebih dekat dengan publik. Kegiatan seperti lomba mewarnai anak usia dini, memancing, dan sesi diskusi terbuka TERAS (Temu Relasi Arsitektur) dirancang agar arsitektur terasa lebih membumi.
“Arsitektur tidak hanya soal bangunan, tapi juga bagaimana ruang bisa dirasakan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ketua Pelaksana Archworks X Agnes Claudia.

3 hours ago
3




















































