Tiket Lungsuran

3 hours ago 2

Oleh Dahlan Iskan

Tiket Lungsuran

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dahlan Iskan. Foto: dok JPNN.com

jpnn.com - "Kok tahu ya?"

"Tahu apa?" tanya teman dari Beijing yang gabung di New York sehari setelah kedatangan saya.

Tiket LungsuranDahlan Iskan berfoto bersama keluarga, pendeta, dan jemaat usai menghadiri kebaktian mengenang mendiang James F. Sundah di GKPI Emanuel, Queens, New York.--

"Itu lho. Ada pembaca Disway bernama Putu yang tahu bahwa saya akan nonton sepak bola Piala Dunia pakai tiket lungsuran," jawab saya dengan tertawa lebar. Saya pun menunjukkan salah satu komentar di edisi Disway kemarin dulu.

Teman dari Beijing itu memang rajin membaca tulisan saya di Disway, lewat aplikasi terjemahan ke bahasa Mandarin. Dia juga jadi ''marketing'' Disway di Tiongkok mengajak jaringannya membaca Disway dengan cara yang sama. "Ingin tahu dalamnya Indonesia tidak bisa hanya lewat berita biasa," katanyi selalu.

Komentar ''perusuh'' Disway yang bernada mengejek itu sungguh benar adanya. Saya nonton Piala Dunia, besok, pakai tiketnya James F. Sundah.

Anda sudah tahu siapa James Sundah: pencipta lagu-lagu abadi, salah satunya Anda sudah sering menyanyikannya: Lilin-lilin Kecil. James meninggal dunia 40 hari lalu.

Saya hadir di kebaktian 40 harinya di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Emanuel di Queens, New York.

Seandainya James masih ada saya bisa berhemat Rp 50 juta. Hotel di New York begitu mahal ada Piala Dunia dan kurs rupiahnya itu lho, berasa banget.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|