jpnn.com - "Narkoba adalah musuh dari ambisi dan harapan. Ketika kita membiarkan zat tersebut menguasai pikiran, kita tidak hanya menyerahkan masa depan individu, tetapi juga sedang menggadaikan kedaulatan sebuah bangsa."
Setiap tanggal 26 Juni, masyarakat global mengheningkan cipta sekaligus merapatkan barisan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).
Momentum ini bukanlah sekadar seremonial tahunan pada kalender global, melainkan sebuah proklamasi perlawanan tanpa henti terhadap kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang terus bermutasi.
Di tengah pusaran zaman yang makin tak berbatas, ancaman narkotika telah berevolusi dari sekadar komoditas candu menjadi senjata pemusnah massal yang menggerogoti pilar-pilar peradaban, sendi-sendi sosial, dan fondasi hukum tata negara kita.
Jejak Kelam: Dari Komoditas Kolonial Hingga Epidemi Sintetis
Sejarah penyalahgunaan narkotika adalah sejarah tentang eksploitasi dan penderitaan. Jauh sebelum era modern, opium telah menjadi alat penundukan geopolitik yang paling epik tergambar dalam Perang Candu (1839–1842) di mana sebuah kekaisaran besar diruntuhkan melalui sistematisasi kecanduan.
Di bumi Nusantara, sejarah mencatat luka yang sama. Pada era kolonial, VOC hingga pemerintah Hindia Belanda mendirikan Amfioen Societeit dan memberlakukan Opiumregie, sebuah kebijakan monopoli perdagangan opium yang melegalkan candu demi meraup pendapatan (pajak) untuk kas kolonial.
Pada masa itu, narkotika digunakan sebagai instrumen penjajahan untuk melemahkan daya kritis, produktivitas, dan semangat perlawanan kaum bumiputra.

3 hours ago
2














.jpeg)






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)


