jpnn.com, SOLO - Di tengah derasnya arus media sosial dan hiburan digital, tradisi ternyata belum kehilangan tempat di hati generasi muda.
Pemandangan itu terlihat jelas dalam Kirab Malam 1 Sura di Pura Mangkunegaran, Solo, yang tahun ini kembali dipadati peserta dari berbagai daerah.
Fazli Hasniel Sugiharto menjadi salah satu saksi bagaimana warisan budaya Jawa masih mampu menarik minat anak muda.
Owner Kutus Kutus itu mengaku terkesan melihat banyak peserta muda mengikuti prosesi tapa bisu dengan penuh kesungguhan.
Dalam ritual tersebut, peserta berjalan kaki tanpa alas selama sekitar satu setengah jam mengelilingi kawasan keraton.
Mereka menjalani prosesi dalam keheningan, tanpa berbicara, makan, maupun minum sebagai bentuk refleksi diri menyambut Tahun Baru Jawa.
“Saya melihat banyak anak muda yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kesungguhan. Ini menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki relevansi yang kuat,” ujar Fazli, Kamis (25/6).
Fenomena itu terlihat sepanjang kirab berlangsung. Ribuan peserta berjalan tertib dalam suasana hening.

4 hours ago
2















.jpeg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)









:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504493/original/054488000_1771238831-Persita_Tangerang_Vs_PSBS_Biak-4.jpg)


