jpnn.com - SEMARANG - Ratusan mahasiswa memadati Simpang Tujuh Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah, Rabu (17/6) malam.
Massa datang untuk mengepung terduga pelaku pelecehan seksual verbal yang merupakan mahasiswa kampus tersebut.
Peristiwa ini bermula dari pelecehan seksual verbal yang diduga dilakukan seorang mahasiswa Ilmu Keolahragaan Unnes inisial MFA terhadap perempuan pengemudi jasa titip (jastip).
Pelecehan seksual verbal itu disampaikan pelaku melalui percakapan di layanan perpesanan WhatsApp yang bermuatan seksualitas.
Tangkapan layar percakapan tersebut kemudian viral di media sosial X.
"Pelaku ini awalnya nge-chatt (mengirim pesan, red) ke driver (pengemudi, red) jastip. Dia nanya masih open jastip tidak, dijawab korban sudah close (tutup, red). Lalu, pelaku ini tanya-tanya yang menjurus ke hubungan badan ke korban," kata seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya kepada JPNN.com, Kamis (18/6) pagi.
Akibat perbuatannya, terduga pelaku diminta untuk menyampaikan permintaan maaf kepada korban yang dilakukan secara terbuka di Simpang Tujuh Kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.
"Dari hati nurani, saya minta maaf banget. Saya menyesali perbuatan saya kali ini. Saya tidak akan mengulangi lagi," kata MFA mengakui perbuatan cabulnya, yang disamapikan di ATM Center Simpang Tujuh Unnes sekitar pukul 23.00 WIB.

2 days ago
8






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364450/original/049240400_1759113678-allano.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518117/original/054027000_1772464500-rivera.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)






