jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah strategi fiskal untuk menghadapi tekanan global.
Hal itu mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga potensi El Nino berkepanjangan yang diperkirakan terjadi pada April hingga September 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dinamika global tersebut menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi sejak dini oleh pihaknya.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk rantai pasok dan harga energi seperti bahan bakar minyak (BBM), yang pada akhirnya dapat berdampak pada stabilitas ekonomi daerah.
Sebagai respons, Pemprov DKI mulai menyiapkan langkah antisipatif, termasuk pemantauan ketat terhadap ketersediaan BBM dan LPG 3 kilogram sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Jangan sampai kemudian kita tergopoh-gopoh ketika persoalannya itu terjadi di kemudian hari,” ucap Pramono dalam acara Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan I 2026, di Balai Kota DKI, pada Jumat (17/4).
Selain itu, Pemprov juga mulai mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka menengah dalam menghadapi potensi krisis energi global.
Di sisi kebijakan fiskal, Pemprov DKI tengah mengkaji kemungkinan pemberian relaksasi pajak daerah guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

4 hours ago
5







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)













