jpnn.com - PSIM Yogyakarta memilih tidak larut dalam peta persaingan Super League 2026/2027 yang diprediksi makin sengit.
Laskar Mataram memusatkan perhatian pada pembenahan internal, terutama membangun chemistry agar para pemain mampu tampil sebagai satu kesatuan.
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel menyadari kompetisi musim depan bakal menghadirkan tantangan berbeda.
Kehadiran tim-tim promosi dengan kekuatan finansial yang mumpuni membuat persaingan diperkirakan berlangsung lebih ketat. Namun, PSIM tidak ingin terlalu sibuk menghitung kekuatan lawan.
Masa pramusim dimanfaatkan Van Gastel untuk memastikan pemain lama dan pemain anyar bisa memahami satu sama lain sekaligus menyatu dengan sistem permainan yang diterapkan.
Setelah tiga pekan berlatih, pelatih asal Belanda itu melihat perkembangan positif.
Meski demikian, dia menilai proses membangun tim masih membutuhkan waktu karena pemain baru saja kembali dari masa libur panjang.
"Kami berkembang secara perlahan. Kami menjalani libur yang cukup panjang dan para pemain sedang beradaptasi kembali untuk bermain dengan sistem yang ingin kami mainkan, terutama dari sisi fisik," ujar Van Gastel, Kamis (13/8/2026).

1 week ago
6






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489203/original/035305400_1769830456-psis_3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565231/original/003227000_1777015754-persis_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348759/original/096928400_1757873841-idzs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566701/original/033588200_1777217674-Gemini_Generated_Image_97tk4b97tk4b97tk.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554135/original/007412000_1776060694-persipal_kenzo.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567588/original/035774800_1777290244-kenzo.jpg)


