jpnn.com, JAKARTA - Lebih dari 300 pendidik mendapatkan pelatihan besertifikat pendidikan berbasis human AI collaboration.
Pelatihan besutan Cendekian Corporate Learning and Development bersama Children’s House–Cendekia Harapan berkolaborasi dengan Kreats Technology menghadirkan paket lengkap: arah kebijakan, kompas nilai, hingga alat kerja siap pakai.
Lebih dari 110 guru hadir luring, sisanya mengikuti secara online.
“Pelatihan ini berkaitan dengan bagaimana cara kami memanfaatkan AI dalam pembelajaran untuk bisa lebih memaksimalkan peran kami sebagai guru di sekolah,” ujar Nyoman Yuliana Citra, guru SMA Negeri 2 Kuta Selatan, peserta Workshop AI CCLD–Children’s House dalam testimoninya dikutip Sabtu (30/8).
Senada itu, Kepala Sekolah SD 9 Jimbaran, Ni Nengah Sukerti mengatakan, materi yang diberikan sangat menarik dan berguna untuk menambah wawasan dan keterampilan yang dimilikinya.
Agung Mayun, guru SMA PGRI 2 Denpasar, mengapresiasi CH karena sebagai pionir dalam penerapan teknologi di dalam pembelajaran.
"Saya mendapatkan wawasan baru bahwa ternyata kami tidak bisa bersaing dengan teknologi, tetapi berdampingan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin mengingatkan dunia sekolah meninggalkan budaya hafalan dan beralih pada orkestrasi kolaborasi manusia serta kecerdasan buatan.