NasDem-PAN Harus Berani PAW Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, Publik Jakarta Sudah tak Percaya Lagi

8 hours ago 1

NasDem-PAN Harus Berani PAW Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, Publik Jakarta Sudah tak Percaya Lagi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Demo di depan pintu gerbang Gedung MPR/DPR/DPD (Ilustrasi). Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti senior Citra Institute, Efriza menyatakan PAN dan NasDem harus berani bersikap dan mereformasi internal partainya. 

Hal ini buntut dari pernyataan Bendum NasDem, Ahmad Sahroni, Sekjen dan kader PAN, Eko Patrio serta Uya Kuya yang dinilai jadi pemantik amarah masyarakat.

Dia menjelaskan PAN dan NasDem harus berani melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap kadernya yang menjabat di DPR RI dan dinilai bermasalah bisa dilakukan oleh partai politik. 

"NasDem bisa melakukan dengan dasar semangat restorasi. Sahroni sudah mempermalukan partainya dan Surya Paloh sebanyak dua kali seperti meminta OTT KPK diberitahukan. Dengan bahasa terbukanya tentu saja melecehkan NasDem dan Surya Paloh, apalagi dengan terbuka mengatakan demonstran sebagai tolol karena menuntut pembubaran DPR padahal jelas-jelas itu hanya slogan semagat demonstrasi semata," jelas Efriza kepada JPNN.com, Sabtu (30/8).

Dia menjelaskan PAN melalui Zulkifli Hasan harus berani bersikap tegas merecall dengan melakukan PAW terhadap Uya Kuya dan Eko Patrio.

"Apalagi mereka dapil dari DKI Jakarta, sedangkan jelas-jelas saat ini yang marah adalah warga Jakarta dalam aksi pertamanya," lanjutnya.

Menurut Efriza, PAN punya alasan lebih baik bahwa menarik keanggotaan Uya Kuya dan Eko Patrio di DPR karena aspirasi publik.

"Bahwa publik tidak percaya lagi mereka sebagai wakil rakyatnya. Toh, mereka memang dapilnya DKI Jakarta. Zulkifli Hasan harus bersikap meski Eko Patrio itu Sekjen PAN," jelasnya.

Peneliti senior Citra Institute, Efriza menyatakan PAN dan NasDem harus berani bersikap dan mereformasi internal partainya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|