jpnn.com, JAKARTA - Peneliti senior Citra Institute Efriza menyatakan wajar jika publik jengkel dengan Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni karena sikapnya arogan.
Dia menjelaskan ada beberapa sikap arogan Sahroni, seperti mengatai pendemo dengan slogan “bubarkan DPR” sebagai perilaku orang tolol sedunia.
"Kemudian Sahroni memprovokasi polisi untuk represif dengan menangkapi pedemo anarkis dan mengatai pedemo di bawah umur dengan kalimat berengsek," kata Efriza kepada JPNN.com, Sabtu (30/8).
Menurutnya, Sahroni ketimbang sebagai anggota DPR yang wakil rakyat untuk berjuang merespons dan menemui masyarakat pendemo, malah melakukan provokasi.
"Dan sampai hari ini Sahroni ditengarai belum meminta maaf. Bahkan, Partai NasDem tidak tampak melakukan upaya untuk mendorongnya meminta maaf," lanjutnya.
Dia menjelaskan memang angggota DPR punya hak imunitas, tetapi itu hanya berlaku saat rapat.
"Sehingga ketika berbicara mewakili rakyat dengan sikap keras dalam berkomunikasi, maka dia diilindungi dengan hak imunitas. Namun, bukan pula dengan menghina masyarakatnya," tegas Efriza.
Menurutnya, sikap Sahroni ini menyembul ke permukaan bahwa cerminan dirinya yang arogan, tidak mewakili kepentingan rakyatnya dan sikap NasDem dengan semangat bersama rakyat.