jpnn.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya kontribusi sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) dalam memitigasi dampak dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia terhadap ekonomi nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono menyatakan penguatan sektor ini krusial, sejalan dengan kondisi global yang tidak menentu.
Sektor tersebut diharapkan menjadi benteng perlindungan risiko, sekaligus sumber dana jangka panjang, sehingga industri jasa keuangan tetap stabil menghadapi guncangan eksternal.
“Bagaimana sektor PPDP bisa berkontribusi lebih konkret terhadap situasi kondisi ekonomi Indonesia sejalan dengan dinamika geopolitik, geoekonomi dunia yang tentunya berdampak pada ekonomi Indonesia,” ujar Ogi dalam acara Regulatory Dismissing Day di Jakarta, Senin (13/4).
OJK menargetkan pertumbuhan aset asuransi dan dana pensiun harus melampaui pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Saat ini, kontribusi aset PPDP terhadap PDB Indonesia dinilai masih relatif rendah, yakni berkisar pada angka 6 persen.
Ogi menegaskan penguatan akumulasi dana kelolaan itu akan meniru keberhasilan negara maju, di mana dana pensiun dan asuransi justru menjadi tulang punggung pendanaan sektor keuangan.
"Kalau kita ingin meningkatkan kontribusi aset terhadap PDB, maka pertumbuhan aset, baik asuransi, dan dana pensiun itu harus lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya menjelaskan.

1 hour ago
2








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)












