jpnn.com, JAKARTA - Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas mengungkap dua implikasi serius, dari wacana pembaruan akses penerbangan atau blanket overflight clearance AS di wilayah RI.
Pertama, kata Anton, langkah itu bisa dipersepsikan sebagai bentuk erosi kedaulatan dan kontrol ruang udara.
"Pemberian akses blanket tentu saja dapat menggerus kontrol kita terhadap ruang udara nasional, yang selama ini telah dilakukan," kata dia melalui layanan pesan, Senin (13/4).
Anton melanjutkan pembaruan akses penerbangan AS di Indonesia juga bisa digunakan untuk menghangatkan suhu politik nasional.
"Belum lagi, ambiguitas dalam skala operasional juga berpeluang terjadi mengingat selama ini TNI selalu memastikan negara asing yang menggunakan ruang udara nasional harus telah mendapatkan izin terlebih dahulu," ujarnya.
Kedua, kata Anton, pembaruan akses penerbangan AS di Indonesia bisa memunculkan risiko provokasi terhadap China di kawasan.
Kemudian, lanjut dia, China bisa menganggap Indonesia pro terhadap AS jika Jakarta memberikan pembaruan akses penerbangan buat Washington.
"Tentu saja, langkah ini dapat dianggap Indonesia bersikap lebih memihak pada AS ketimbang Tiongkok," ungkapnya.

2 hours ago
3








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449566/original/006494000_1766070807-000_88JW69R.jpg)












