Minyak Global Melejit Imbas Gagal Perundingan AS-Iran, Pakar Sebut APBN Perlu Direvisi

2 hours ago 2

Minyak Global Melejit Imbas Gagal Perundingan AS-Iran, Pakar Sebut APBN Perlu Direvisi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Harga minyak dunia mencatatkan lonjakan signifikan hingga menyentuh angka 104,91 dolar AS per barel pada Senin (13/4). Ilustrasi: ANTARA/HO-Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak dunia mencatatkan lonjakan signifikan hingga menyentuh angka 104,91 dolar AS per barel pada Senin (13/4). 

Kenaikan tajam ini terjadi menyusul kegagalan perundingan antara pihak Iran dan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyoroti pergerakan harga minyak yang bergerak liar sejak pembukaan perdagangan hari ini. 

Dia mencatat adanya lompatan harga yang sangat besar dalam waktu singkat dibandingkan posisi pembukaan pagi hari.

"Itu tadi di 90.108 waktu pagi jam 6, itu langsung terjadi gap up di 97.987 dolar per barel. Kemudian sekarang sudah di atas 104.91," kata Ibrahim melalui pesan suara, dikutip pada Senin (13/4).

Menurut Ibrahim, lonjakan harga minyak dunia ini memicu dua skenario yang dapat memberatkan posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

Dia memproyeksikan rupiah berpotensi terus melemah hingga menembus level Rp 17.400 dalam bulan April ini.

"Ada dua skenario ya Indonesia yang membuat rupiah melemah yang kemungkinan besar di Rp 17.400 dalam bulan April ini. Yang pertama, kapal minyak, ya kapal tanker minyak itu masih tertahan di Selat Hormuz sampai saat ini," katanya menjelaskan.

Harga minyak dunia melejit imbas gagal perundingan Amerika Serikat dan Iran, pakar menyebut APBN perlu segera direvisi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|