Menteri Jumhur Dorong Industrialisasi Hijau, Pengembangan EV Jangan Cuma Fokus Ganti Mesin

3 hours ago 3

Menteri Jumhur Dorong Industrialisasi Hijau, Pengembangan EV Jangan Cuma Fokus Ganti Mesin

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Jumhur Hidayat di acara Go-See and Pitch Trip Kunjungan Industri yang digelar KADIN Indonesia di PT VKTR Sakti Industries, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/8). Foto dok. KLH

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menyampaikan pembangunan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi bagian penting dari strategi transformasi ekonomi hijau dan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.

Menurut Jumhur, pengembangan kendaraan listrik tidak boleh berhenti pada pergantian mesin berbahan bakar fosil ke tenaga listrik. Pemerintah dan pelaku industri perlu membangun ekosistem secara menyeluruh, mulai dari riset, rantai pasok, industri baterai, hingga pengelolaan dan daur ulang berbasis ekonomi sirkular.

Ia menyebut, dari sekitar 172,9 juta kendaraan bermotor yang beroperasi di Indonesia, populasi kendaraan listrik saat ini baru mencapai sekitar 274.800 unit atau 0,16 persen.

"Angka tersebut, menunjukkan masih terbukanya ruang besar bagi pengembangan industri kendaraan listrik nasional sekaligus peluang mempercepat transformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan," kata Menteri Jumhur saat menjadi pembicara kunci dalam acara Go-See and Pitch Trip Kunjungan Industri yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di PT VKTR Sakti Industries, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/8).

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga mengapresiasi keberadaan PT VKTR Sakti Industries sebagai pabrik perakitan kendaraan komersial listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan fasilitas perakitan kendaraan listrik di dalam negeri memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas manufaktur nasional, meningkatkan efisiensi energi, mempercepat transfer teknologi, serta mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Namun, pengembangan industri EV dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan teknologi dan investasi. Jumhur menekankan pentingnya kesiapan serta integrasi sosial, pelibatan sumber daya manusia lokal, dan penerapan keselamatan kerja dengan prinsip zero accident.

Ia mencontohkan munculnya aksi protes masyarakat di Kabupaten Subang terkait rencana pembangunan pabrik kendaraan listrik yang dinilai minim melibatkan tenaga kerja lokal.

Menteri Jumhur Dorong Industrialisasi Hijau, Pengembangan EV Jangan Cuma Fokus Ganti Mesin

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|