Kisah Ningsih, UMKM Tahu Baso yang Berkembang Berkat Pendampingan YIS

5 hours ago 2

Kisah Ningsih, UMKM Tahu Baso yang Berkembang Berkat Pendampingan YIS

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pemilik usaha tahu baso Mama Ulum, Ningsih. Foto: YIS

jpnn.com, JAKARTA - Usaha Tahu Baso Mama Ulum milik Ningsih di Jatinegara, Jakarta Timur, mencatatkan pertumbuhan omzet hingga dua kali lipat setelah mengikuti program inkubasi dan pendampingan UMKM yang diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara (YIS).

Peningkatan usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi warga di lingkungan sekitarnya.

Ningsih mengatakan omzet usahanya kini mencapai sekitar Rp16 juta per pekan, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp7 juta hingga Rp8 juta setiap minggu. Meningkatnya permintaan membuat kapasitas produksi terus bertambah.

Bertambahnya pesanan membuat Ningsih tidak lagi mampu menangani proses produksi seorang diri. Dia kemudian melibatkan sejumlah tetangganya untuk membantu membuat tahu bakso.

"Dahulu saya mengerjakan semuanya sendiri. Sekarang karena pesanan makin banyak, saya mengajak tetangga ikut membuat tahu bakso," ujar Ningsih, dalam keterangannya, Jumat (10/7).

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh para tetangganya selama membantu produksi menjadi bekal untuk membuka usaha serupa secara mandiri. Sejumlah warga kini telah menerima pesanan tahu bakso sendiri sehingga memiliki tambahan penghasilan.

"Dampaknya bukan hanya dirasakan saya dan keluarga. Banyak tetangga yang sekarang bisa berjualan tahu bakso dan mendapatkan tambahan penghasilan setiap hari," katanya.

Ningsih menuturkan perjalanan usahanya dimulai sekitar 10 tahun lalu setelah memutuskan berhenti berjualan jamu keliling.

Pendampingan YIS mendorong omzet UMKM tahu bakso naik dua kali lipat dan membuka lapangan kerja.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Koran JPP|